Apa Itu Blockchain? Teknologi di Balik Crypto

waktu baca 5 menit
Jumat, 20 Feb 2026 21:44 20 XplorFi

Disclaimer Penting (Baca Dulu, Jangan Di-skip!) Konten ini murni buat edukasi dan hiburan (edutainment), Bang. Bukan saran finansial (Financial Advice). Aset kripto itu volatil parah, lo bisa cuan luber atau boncos sampe abis. Selalu DYOR (Do Your Own Research) dan gunakan uang dingin—jangan pake uang SPP anak apalagi pinjol. Gue bukan CFP/CFA, cuma content writer yang suka nyemil chart.


Sore, Sobat XplorFi!

Gue mau jujur, pertanyaan “apa itu blockchain” ini sering banget muncul di DM Instagram XplorFi atau grup WhatsApp keluarga pas lagi hype. Biasanya nanya gini karena FOMO ngeliat harga Bitcoin di Ticker Indodax atau Tokocrypto yang kadang suka bikin jantungan.

Tapi, seringkali jawabannya teknis banget, bikin pusing kayak baca User Manual mesin cuci.

Nah, biar gampang, bayangin lo lagi mabar Mobile Legends (ML) pake hero Tigreal (Tank yang kuat, kayak keamanan blockchain). Terus, lo lagi nongkrong di warkop sambil makan gorengan.

Di ML, setiap kali lo kill, assist, atau ancurin turret, datanya kecatet di server Moonton, kan? Itu Sentralisasi (Server Pusat). Kalau server Moonton down atau di-hack orang dalem, history match lo bisa ilang atau diubah jadi Lose streak. Sedih, kan?

Blockchain itu beda.

Bayangin kalau history match ML lo itu GAK disimpen di server Moonton doang. Tapi, history itu disimpen di HP semua player ML di seluruh dunia secara real-time. Kalau ada satu cheater mau ngubah skor dia jadi “Menang”, jutaan HP player lain bakal teriak: “Woi, data lo beda sendiri! Ditolak!”

Itulah Blockchain. Buku catetan digital yang dipegang bareng-bareng, transparan, dan susah banget dicurangin. Yuk, kita bedah lebih dalem tapi tetep santai!

Baca juga:

Cara Cerdas WNI Pake Video Summarizers AI Biar Gak FOMO di Market 2026

Tool AI Lokal Indo 2026: Mana yang Cocok buat WNI?

Apa Itu Blockchain? (Versi “Bahasa Manusia”)

Secara teknis (dikit aja ya), Blockchain itu adalah Distributed Ledger Technology (DLT).

  • Distributed: Datanya nyebar, gak ngumpul di satu bank atau server.
  • Ledger: Buku besar pencatatan transaksi.

Kalau di dunia perbankan konvensional (Web2), kalau lo transfer duit buat beli Diamond ML, bank yang jadi wasit. Bank bilang “Oke, duit si A berkurang, duit si B nambah.”

Di dunia Blockchain (Web3), yang jadi wasit itu semua orang di jaringan (disebut Nodes).

Jadi, apa itu blockchain? Itu adalah sistem pencatatan yang:

  1. Desentralisasi: Gak ada bosnya (gak ada CEO).
  2. Transparan: Siapapun bisa liat transaksinya (di situs kayak Etherscan atau BscScan).
  3. Kekal (Immutable): Sekali catet, gak bisa dihapus atau di-tipe-x.

Analogi “Abang Gorengan” & Blok

Biar makin nempel, gini cara kerjanya:

Anggap satu transaksi Bitcoin itu kayak lo beli bakwan di abang gorengan.

TahapAnalogi Abang GorenganBahasa Teknis Blockchain
1. TransaksiLo pesen bakwan 5 biji.Transaction Request
2. VerifikasiOrang-orang di warkop (Nodes) liat & teriak “Iya bener dia ambil 5 bakwan!”Validation
3. Pembentukan BlokPesanan lo dicatet di kertas bon bareng pesanan orang lain (tahu isi, tempe). Kertas bon penuh = 1 Blok.Block Creation
4. HashingKertas bon tadi dikasih stempel unik & dilaminating biar gak bisa diubah.Hashing
5. Rantai (Chain)Kertas bon baru distaples nyambung sama bon sebelumnya. Jadilah rantai bon.Adding to Blockchain

Mitos vs Fakta: Jangan Salah Paham, Bang!

Banyak yang mikir Blockchain = Bitcoin. SALAH BESAR.

Bitcoin itu asetnya (duitnya), Blockchain itu sistemnya (rel keretanya).

  • Mitos: Blockchain cuma buat judi atau money game.
  • Fakta 2026: Sekarang (Februari 2026), teknologi blockchain udah dipake buat hal serius di Indonesia. Contoh:
    • Sertifikat Tanah: BPN (Badan Pertanahan Nasional) udah mulai uji coba digitalisasi aset tanah pake blockchain biar gak ada lagi kasus “Sertifikat Ganda”.
    • Supply Chain Kopi: Lacak kopi Gayo dari petani sampe ke coffee shop di Jaksel biar petani gak dicurangin tengkulak.

Update Regulasi Crypto Indonesia (Februari 2026)

Nah, ini “daging”-nya artikel ini. Di tahun 2026 ini, peta permainan crypto di Indonesia udah beda sama jaman 2021-2022.

1. OJK is The New Boss

Sesuai amanat UU P2SK, pengawasan aset kripto sekarang (2026) udah transisi penuh dari Bappebti ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

  • Efek buat kita: Exchange lokal (Indodax, Tokocrypto, Pintu, Reku, dll) diawasi lebih ketat setara bank/sekuritas. Dana nasabah lebih aman karena wajib dipisah dari dana operasional exchange. Gak ada lagi cerita exchange bawa kabur duit (amit-amit ya!).

2. Pajak Crypto Masih Ada?

Masih banget, Bang. Jangan lupa lapor SPT ya!

  • PPh (Pajak Penghasilan): 0,1% dari nilai transaksi (kalau exchangenya terdaftar resmi).
  • PPN (Pajak Pertambahan Nilai): 0,11% dari nilai transaksi.
  • Note: Ini dipotong otomatis sama exchange lokal. Kalau lo trading di exchange luar (Binance Global, Bybit) atau DEX (Uniswap), urus lapornya mandiri ya, agak ribet.

Kelebihan & Kekurangan (Realistis Aja)

Biar gak dibilang sales crypto, gue jabarin plus minusnya jujur-jujuran:

Kelebihan:

  • Keamanan Level Tigreal: Susah banget di-hack kalau jaringannya gede kayak Bitcoin atau Ethereum.
  • Efisiensi: Transfer duit ke luar negeri (remittance) itungan menit, biaya murah, gak perlu lewat bank koresponden yang lama & mahal.

Kekurangan (PR Besar):

  • Skalabilitas: Kadang kalau jaringan lagi padet, biaya transaksi (Gas Fee) bisa mahal banget. Kayak ongkir ojol pas ujan deres.
  • Tanggung Jawab Pribadi: Lupa Private Key (password dompet crypto)? Wassalam. Gak ada fitur “Forgot Password”. Duit lo ilang selamanya. Serem tapi nyata.

Kesimpulan: Masa Depan Blockchain di Indonesia

Jadi, apa itu blockchain? Intinya, ini teknologi yang bikin kita bisa percaya satu sama lain di internet tanpa perlu pihak ketiga.

Di tahun 2026 ini, blockchain bukan lagi sekadar “to the moon” atau “cuan pom-pom”. Ini udah jadi infrastruktur digital. Mulai dari identitas digital (mirip IKD) sampai Rupiah Digital (CBDC) yang lagi digodok BI, semuanya bakal nyerempet teknologi ini.

Saran Bang Xplor:

Kalau lo mau terjun, jangan cuma liat harganya. Pelajari teknologinya. Pake uang “jajan”, bukan uang dapur. Mulai dari exchange lokal yang terdaftar (cek web OJK/Bappebti) biar tidur nyenyak.

Bagaimana nih pendapat kalian ? Share di kolom komentar atau tag @XplorFi di X. Stay sharp, stay edukatif, keep exploring!


Disclaimer Akhir: Artikel ini ditulis per Februari 2026. Regulasi bisa berubah sewaktu-waktu. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian investasi Anda. Pastikan lo udah riset (DYOR) dan konsultasi sama ahli kalau ragu. Salam Cuan, tapi tetap Waras!

Baca juga:

Solana Blockchain: Alasan Ekosistem Solana Makin ‘Gacor’ di Pasar Lokal 2026

Apa Itu Bitcoin? Panduan Santai Buat WNI di 2026

XplorFi

Dedicated crypto enthusiast and market analyst at XplorFi.com. Focused on providing in-depth insights into Bitcoin, Altcoins, and Web3 trends without complicated jargon. My mission is to help readers navigate market volatility with data, not just FOMO. Not financial advice, but your research companion.

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA